Simak ! Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar

Assalamualaikum wr. wb

Terkadang banyak juga satu diantara kami yang tidak paham bagaimana langkah memandikan jenazah. Maka dari itu saya coba menulis artikel tentang tata langkah memandikan jenazah bersama dengan baik dan benar. Memandikan jenazah itu hukumnya fardhu kifayah, di sini saya jelaskan bahwa fardhu kifayah ialah suatu kewajiban andaikata yang lain telah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Memang kelihatannya memandikan jenazah itu perihal yang sepele, tetapi kecuali dipelajari kembali lebih mendalam maka dapat banyak beri tambahan kegunaan yang besar bagi kami dan juga bagi orang lain. Tata langkah memandikan jenazah sanggup dibedakan menjadi 2 macam, yaitu jenazah laki-laki dan jenazah perempuan. Untuk lebih jelasnya baiklah dapat saya jelaskan secara rinci sebagai berikut :

# PERSIAPAN #

Sebelum kami dapat memandikan jenazah ada hal-hal yang perlu dipersiapkan lebih-lebih dahulu dinataranya tempat air, gayung, sarung tangan, pelindung tubuh, sabun, masker, shampo, handuk, kain, waslap dan kapur barus. Namun kecuali kami idamkan lebih ringan dan praktis kembali sanggup juga pakai air dari kran bersama dengan pakai selang.

# TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH #

Setelah semua persiapan telah tersedia, setelah itu kami dapat memandikan jenazah. Adapun tata langkah memandikan jenazah ialah :

1. Orang-orang yang turut memandikan jenazah haruslah memakai alat-alat yang telah dipersiapkan.

2. Jika jenazah yang dapat dimandikan adalah laki-laki, maka yang memandikannya adalah laki-laki dan istrinya. Begitu juga sebaliknya kecuali jenazah yang dapat dimandikan perempuan maka yang memandikannya adalah perempuan beserta suaminya.

3. Letakkanlah jenazah berikut di dipan atau meja, usahakan posisi kepala lebih tinggi dari kaki.

4. Tempat untuk memandikan jenazah haruslah tertutup agar aurat si jenazah tidak kelihatan. Bisa juga bersama dengan pakai dinding atau kain sebagai penutup.

5. Menutup aurat jenazah bersama dengan kain, untuk jenazah yang berjenis kelamin laki-laki menutup aurat dari pusar hingga lutut. Sedangkan untuk jenazah wanita menutup aurat dari dada hingga lutut.

6. Bersihkanlah kotoran-kotoran yang masih tersisa terhadap jenazah bersama dengan langkah memiringkan tubuh jenazah kekiri dan kekanan bersama dengan pakai sarung tangan atau kain perca, selanjutnya disiram berkali-kali.

7. Siramlah dari anggota wudhu yang kanan bersama dengan bilangan gasal atau lima kali atau lebih bersama dengan pakai air dan daun bidara atau sanggup juga bersama dengan yang lainnya.

8. Bersihkan tubuh jenazah bersama dengan pakai air dan posisi tubuh jenazah dimiringkan kekiri dan kekanan dan usahakan aurat jenazah tetap tertutup begitu juga aibnya.

9. Jagalah tetap aurat si jenazah agar tidak muncul umum sepanjang proses pemandian.

10. Selanjutnya rambut jenazah kami berikan shampo agar menjadi bersih. Jika jenazahnya wanita maka setelah bersih rambut jenazah berikut disisir dan dikepang menjadi tiga kepangan.

11. Pada siraman terakhir pergunakan air kapur barus bersama dengan posisi jenazah dimiringkan kekanan dan kekiri agar air muncul dari mulut dan lubang-lubang yang lainnya.

12. Setelah jenazah dimandikan bersama dengan amat bersih maka tubuh jenazah dikeringkan bersama dengan pakai handuk. Lalu kain penutup jenazah yang telah basah rubah bersama dengan kain penutup yang kering.

13. Proses memandikan jenazah telah selesai maka dilanjutkan bersama dengan mengkafani jenazah.

Selain tata langkah diatas ada {beberapa|sebagian|lebih dari satu} catatan yang sedikit tidak sama untuk jenazah berikut :

* Untuk jenazah yang berusia dibawah tujuh th. tidak ada batasan aurat baik jenazah laki-laki maupun perempuan.

* Janin yang masih berumur dibawah 4 bulan, tidak perlu dimandikan, dikafani dan dishalatkan. Untuk janin yang berusia dibawah 4 bulan lumayan menggali lubang kuburan lantas dikebumikan. Akan tetapi kecuali janin telah berusia diatas 4 bulan, maka telah diakui manusia dikarenakan roh telah dtiupkan kepadanya. Maka jenazah dimandikan seperti memandikan jenazah anak yang berumur dibawah 7 tahun.

* Jika ada jenazah yang pakai gigi palsu yang terbuat dari emas sebaiknya dibiarkan saja tak perlu dilepas. Boleh juga dilepaskan kecuali gigi berikut tidak menempel kuat. Hal ini sanggup dijalankan kecuali mulut jenazah berikut terbuka tetapi kecuali tidak terbuka, janganlah bersusah payah membukanya hanya untuk melepaskan gigi palsu tersebut.

Kiranya lumayan demikianlah saja saya menuliskan artikel ini, yang tujuannya semoga sanggup berikan kegunaan untuk semua. Dan semoga saya dan kawan akrab blogger semua sanggup mengaplikasikannya. Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : www.islamnyamuslim.com, kisahmuslim.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *