Tips Perjalanan Haji Umrah Bagi Wanita Hamil

Ibadah haji dan umroh merupakan sebuah perjalanan spiritual yang paling didambakan oleh semua umat Muslim. Tidak semua orang punyai kesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut, atau datang ke Baitullah untuk laksanakan ibadah umrah selama sepuluh hari. Seseorang harus punyai kemampuan fisik, spiritual, dan finansial yang memadai sehingga bisa menunaikan perjalanan ke Baitullah. Lantas, bagaimana terkecuali kesempatan berikut datang kepada para wanita yang sedang mengandung Badal Haji ?

Tidak ada larangan bagi para wanita yang sedang hamil untuk menggerakkan ibadah umrah. Asma binti Umais, istri dari Muhammad bin Abu Bakar, dulu laksanakan ibadah haji ketika beliau sedang hamil tua hingga selanjutnya beliau melahirkan di miqat.

Ibadah haji dan umrah Travel Haji Umrah  bisa dikatakan sebagai ladang untuk berjihad bagi para wanita. Aisyah radiyallahuanhu dulu bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita punyai kewajiban untuk berjihad?” Kemudian, Rasulullah pun menjawab, “Ya, betul. Bagi mereka, ada kewajiban jihad yang tidak ada perangnya. Jihad bagi kaum kalian adalah berhaji dan umrah.” (H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
Lalu, adakah tips-tips spesifik yang bisa ditunaikan para ibu hamil yang menginginkan menggerakkan umrah sehingga kuat untuk menggerakkan semua rangkain ibadah selama berada di tanah suci? Kita simak {beberapa|sebagian|lebih dari satu} tips umroh wanita hamil berikut ini.

1. Konsultasikan ke Dokter Kandungan Sebelum Merencanakan Umroh
Mengonsultasikan situasi kesehatan ibu dan janin sebelum saat laksanakan perjalanan jauh, terutama ulang menggunakan pesawat, merupakan perihal utama yang harus ditunaikan para ibu hamil. Bagi ibu hamil, laksanakan perjalanan bersama dengan pesawat merupakan perihal yang tidak membahayakan janin, asalkan kesehatan ibu dalam situasi stabil. Konsultasikan kepada dokter perihal apa saja yang harus dihindari dan ditunaikan sehingga kesehatan ibu selalu sempurna selama berada di tanah suci. Jika perlu, mintalah vitamin spesifik dari dokter untuk memelihara stamina sang calon ibu dan bayi selama beribadah umrah. Jangan lupa pula untuk membawa rekam medis dan juga nomor-nomor yang bisa dihubungi dalam situasi darurat.

2. Pastikan Ibu Hamil Merasa Nyaman Ketika Berada di Pesawat
Beberapa maskapai penerbangan punyai ketetapan spesifik untuk wanita hamil. Wanita hamil bersama dengan umur kandungan di bawah 14 minggu biasanya disarankan untuk tidak laksanakan perjalanan udara karena periode berikut tetap rawan bersama dengan risiko keguguran. Sebaliknya, ketika ibu memasukan trimester kedua, janin telah lebih kuat risiko ibu untuk mengalami keguguran dan melahirkan dalam keadaaan prematur pun telah jauh lebih berkurang. Bagi ibu yang punya niat menggerakkan ibadah umrah, pastikan bahwa kandungan Anda telah untuk laksanakan perjalanan jauh. Pastikan pula bahwa Anda memperoleh posisi yang nyaman selama berada di dalam pesawat untuk mengurangi kram dan kaki bengkak.
3. Pilih Akomodasi yang Jaraknya Dekat bersama dengan Masjidil Haram
Untuk mengurangi risiko kelelahan akibat perjalanan jauh menuju tempat ibadah, Anda disarankan pilih lokasi akomodasi yang dekat dari Masjidil Haram dan Ka’bah. Anda bisa mendiskusikan perihal berikut bersama dengan travel umrah yang Anda pilih. Selain bisa menyaksikan Ka’bah langsung dari kamar hotel, Anda pun tidak harus berjalan terlampau jauh untuk menuju Ka’bah.

4. Pastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Ibu Hamil Terpenuhi
Cuaca di tanah suci yang terkenal terik dan kering rentan menyebabkan dehidrasi, terutama ulang bagi wanita hamil. Untuk itu, Anda harus memastikan bahwa cairan yang masuk ke tubuh bisa mencukupi keperluan aktivitas Anda. Selain itu, hindari minuman dan makanan yang menyebabkan efek terhadap saluran pencernaan dan kemih Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *