Jenis-Jenis Karpet yang Harus Kamu Tahu

Hasil gambar untuk karpet-karpet yang unik

Kita mengenal dua style karpet: karpet sintetis dan handmade (buatan tangan). Di pasaran karpet style pertama lebih ringan ditemukan gara-gara produksinya yang berbentuk massal bersama bantuan mesin. Modelnya menarik dan lebih banyak ragam untuk memenuhi kebutuhan desain ruang yang makin beraneka. Hanya, kekurangan karpet sintetis yang terbuat dari turunan plastik seperti akrilik, polypropelene, polyester, nilon, dan viscose itu, condong tidak cukup tahan lama. Warnanya cepat pudar, sulit dibersihkan kalau terkena noda, dan bulu-bulunya lambat laun menjadi kasar.

Berbeda bersama karpet handmade yang eksklusif dan mewah, bahan dan sistem pembuatannya lebih spesial. Ada yang terbuat dari wol (bulu domba) dan sutra, gabungan antara ke-2 bahan itu, atau perpaduan wol atau sutra bersama bahan dari tumbuh-tumbuhan seperti katun (based cotton). Semua bahan ditenun bersama tangan (alat tenun) menjadi karpet. Satu karpet bisa ditangani 1 – 4 ahli pembuat karpet terkait ukuran dan tingkat kesulitannya. Pengerjaan sajadah atau permadani berukuran 0,91 × 1,5 m misalnya, butuh pas sampai empat bulan. Kalau 2 x 3 m bisa raih 16 bulan. Karena itu harganya menjadi jauh lebih mahal dibanding karpet sintetis.

Filosofi dan motif

Karpet

Pemakaian karpet handmade termasuk mengandung nilai filosofis selain sifatnya yang lebih ramah lingkungan. “Karpet handmade mengingatkan kita untuk senantiasa dekat bersama tanah atau bumi gara-gara menggunakan bahan alami,” kata Malik M.A., pemilik gerai karpet handmade Al-Hamd di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bahkan, di kebanyakan negara produsen karpet seperti negara-negara Asia Selatan, Semenajung Arabia, dan Asia Kecil, pembuatan karpet mengenai termasuk bersama kebudayaan dan ritual.

“Zaman dulu sebelum saat menikah perempuan mesti menyebabkan sendiri karpet yang kemudian dijadikan hantaran (kado pernikahan)-nya. Karpet handmade termasuk dibuat bersama perasaan dan doa,” mengetahui pria keturunan Pakistan itu. Karena itu perempuan yang tengah menstruasi dilarang dulu menenun karpet. Karpet dari tiap tiap negara punyai ciri khas. Di Iran misalnya, sejumlah kota tenar sebagai produsen karpet bermutu tinggi bersama ragam motif luar biasa banyak, seperti Kuhn, Nain, Kerman, Tabriz dan Abadeh. Peminat tinggal mengatakan nama kotanya, penjual dapat menyatakan karpet khas kota tersebut.

Kendati demikian, karpet handmade di semua dunia punyai satu persamaan: menyita tema alam dan etnik (tradisional). Tematema ini kebanyakan diekspresikan di dalam motif bunga, tumbuh-tumbuhan, hewan, kesukuan (tribal) bersama pola geometris, spiral, dan lain-lain. Karena condong bertema alam atau etnik, karpet handmade sebetulnya lebih cocok untuk tempat tinggal bergaya klasik, mediterania, atau semi modern, dan tidak direkomendasikan untuk hunian bergaya sederhana minimalis.

“Karena terbuat dari bahan alami, selain mempercantik ruangan dan tingkatkan prestise penghuni rumah, karpet handmade termasuk menyebabkan ruang lebih adem,” ujar Malik. Peletakan di bawah meja sekurang-kurangnya menyisakan lebar karpet antara 20 – 25 cm dari ujung kaki meja. Karpet handmade bisa bertahan sampai puluhan tahun. Pembelian karpet handmade tentu dapat meraih sertifikat untuk menyatakan keaslian produk. Perawatan memadai di-vacuum dan dicuci setahun sekali. Ia amat menyarankan tidak membawa karpet handmade ke laundry lazim melainkan toko karpet. Jasa pencuciannya merasa dari Rp700 ribu.

Karpet jumbo

Gambar terkait

Semua karpet buatan tangan yang dijual di Indonesia masih diimpor dari Iran, Pakistan, Afganistan, Turki, dan India selain dari Cina dan Belgia. “Karpet asal Iran dan Turki termasuk yang memiliki kualitas amat baik dan favorit,” kata pria yang udah 13 th. menggeluti bisnis karpet ini. Harga karpet buatan tangan ditentukan oleh bahan, ukuran, tingkat kerapatan simpul dan ikatan, dan juga motifnya. Makin padat dan ruwet tenunan benangnya, kian mahal harganya.

Begitu pula, kalau terbuat dari benang wol dari anak domba (baby lamb) yang belum makan rumput dengan kata lain belum genap berusia tiga bulan, harga karpetnya bisa jauh lebih mahal. Ia menyatakan sebuah karpet berukuran 2 x 3 m dari benang hasil cukuran baby lamb yang dibanderol Rp1,1 miliar. Baru-baru ini Al-Hamd melansir karpet jumbo berukuran 18 x 12 m yang terbuat dari sutra asli.

Menurut Malik, karpet super besar ini dibuat selama lima th. oleh master karpet di Iran. Harganya Rp20 miliar. Motifnya bunga cantik berwarna biru bersama warna dasar krem yang direkomendasikan sebagai karpet koleksi untuk tempat tinggal mewah yang luas. “Selama masih tersedia tempat tinggal mewah bersama penghuni bercita rasa tinggi yang butuh penampilan ruang yang eksklusif dan estetik, berapapun harga karpet tentu dapat mereka beli,” katanya. Al-Hamd termasuk menjajakan karpet “murah” seharga Rp3 juta. |

KIik di sini: Jasa Cuci Karpet Profesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *