Jamaah Umrah dan Masyarakat Tolak VFS Tasheel di Makassar, Ini Tuntutannya

Mekanisme pengambilan sidik jari dan retina yang diemban untuk peziarah reguler 2018 diklaim sebagai terobosan dan layanan baru berkat kehadiran VFS-Tasheel.

VFS-Tasheel adalah penyedia layanan visa resmi untuk Kementerian Luar Negeri, Kerajaan Arab Saudi.

Tapi siapa yang tahu, di balik bantuan layanan ada niat untuk membuat jutaan dolar AS dari peziarah Umrah dan upaya untuk menghilangkan penyelenggara Umrah yang memberikan visa Umrah di negara Muslim terbesar ini.

Penanggung jawab aksi damai Umrah dan Jama’at Masyarakat (Jamrat) saat memberikan pidato di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan Jl Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (10/3/2018) mengatakan, alih-alih memberikan kemudahan menurut Makna Tasheel, akan sulit bagi sejuta peziarah umrah yang menyebar dari seluruh kepulauan yang menyebar ke 17 ribu pulau.

“Jika VFS Tasheel berjanji untuk membuat 34 kantor di seluruh Indonesia, itu berarti hanya 1 kantor di 1 provinsi dari semua 34 provinsi di Indonesia. Ini sangat memberatkan bagi para peziarah, karena mereka harus pergi ke Makassar lagi sehingga biaya meningkat,” katanya. kata.

Dia mempertanyakan, aturannya. Jika atas nama peraturan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Saudi, mengapa Departemen Luar Negeri Indonesia tidak menerima teleks diplomatik sehingga segera diteruskan ke Kementerian Agama untuk disosialisasikan kepada penyelenggara Umrah di bawah arahannya?

“Jika memang benar atas nama aturan Kementerian Luar Negeri Saudi? Mengapa bisnis VFS Tasheel dimonopoli oleh perusahaan asing yang melanggar undang-undang anti-monopoli di Indonesia? Bukankah setiap calon umroh haji mengambil sidik jari ketika membuat paspor di kantor imigrasi? Bahkan data yang sama dimiliki oleh Dukcapil saat merekam data -KTP, “katanya.

Kongregasi Indonesia dikenal sangat patuh, ramah, akomodatif, tetapi tidak terus dibebani oleh pihak swasta atas nama pelaksana aturan yang tidak jelas.

Untuk situasi ini, 2.000 peziarah dalam organisasi umrah yang menjadi anggota Jumrat VFS Tasheel menyampaikan aspirasi masyarakat melalui aksi damai di lima kota besar kepada Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta bahwa proses pengumpulan data biometrik dilakukan oleh Tasheel VFS sebagai Kondisi memperoleh visa Umrah sangat memberatkan bagi calon jamaah umroh.

“Kami menuntut pengumpulan data biometrik dilakukan di bandara kedatangan di Arab Saudi karena telah berjalan dengan baik sejauh ini,” katanya.

Dengan visi 2030, semua agen perjalanan merasa bahwa layanan terus meningkat pada setiap kedatangan, sehingga proses pengumpulan data biometrik di negara asal hanya bisnis dari layanan berkendara dan alasan keamanan VFS Tasheel

 

Bingung mencari biro travel umroh?

Karena takut tertipu dan uangnya di bawa kabur?

Jangan khawatir, Kini anda bisa dengan tenang untuk memilih biro travel umroh terpercata.

Yaitu Madinah Indah Wisata , Umroh Murah di Jakarta ini telah berpengalaman memberangkatkan banyak jamaah Indonesia ke Tanah Suci.

Travel Umroh Murah Di Jakarta ini telah mengantongi izin dan sertifikat resmi dari KEMENAG sebagai Biro Travel Umroh yang legal di Indonesia

Hanya dengan Dp 3 jt rupiah anda sudah bisa berangkat umroh dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *