Ingin Ajukan Pinjaman Tanpa Adanya Agunan? Anda Harus Siap Menanggung Biaya-biaya Ini!

Kredit tanpa agunan atau yang dikenal juga sebagai KTA memang jadi salah satu produk unggulan bank yang diburu oleh masyarakat, apalagi bagi mereka yang tengah membutuhkan pinjaman dana secara cepat tanpa harus menyertakan adanya barang jaminan. Meskipun terbilang cukup menguntungkan karena tanpa adanya barang jaminan dalam bentuk apapun maka nantinya Anda bisa tetap dapatkan uang hutang. Namun juga tidak bisa dipungkiri jika untuk mendapatkan produk yang satu ini sangatlah sulit. Banyak orang yang selalu ditolak ketika mengajukan applynya.

Sebenarnya faktor yang menyebabkan pengajuan kredit tanpa agunan ini ditolak juga sangatlah bervariatif, mulai diantaranya dari segi dokumen yang digunakan tidak lengkap. Kemudian faktor lainnya adalah dari segi penghasilan yang tidak memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Apalagi bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya produk pinjaman tanpa agunan ini sebenarnya dikhususkan bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap dan juga pekerjaan tetap saja.

Ketahui juga meskipun tergolong sebagai produk yang menggiurkan, namun ternyata pinjaman tanpa adanya agunan ini sendiri juga memiliki beberapa macam resiko. Salah satu diantaranya adalah terkait dengan biaya-biaya tambahan yang akan dikenakan kepada debitur saat membayar atau melunasi hutang tersebut. Diantara jenis biaya tersebut adalah :

  1. Biaya provisi, apa itu? Yaitu biaya yang dibayarkan setelah pengajuan pinjaman disetujui, dimana nilainya sendiri kurang lebih 1 persen dari total pinjaman. Sehingga jika seandainya jumlah kredit yang diambil cukup besar nilainya, secara otomatis mempengaruhi biaya provisi atau yang dikenal juga sebagai biaya administrasi ini menjadi lebih mahal. Biasanya untuk pembayaran dari biaya provisi akan dipotong secara otomatis ketika uang pinjaman telah cair.
  2. Suku bunga, apapun produk perbankan sudah pasti akan disertai dengan adanya bunga, namun dengan nilai yang berbeda-beda. Umumnya bank sendiri masih mengenakan bunga yang nominalnya cukup wajar, jika dibandingkan dengan lembaga keuangan non bank. Namun tetap saja agak menjadi beban bagi debiturnya yang membayarkan, itulah mengapa ada baiknya untuk melakukan perbandingkan terlebih dahulu antara lembaga keuangan yang satu dengan yang lain sebelum nantinya memutuskan untuk memilih, cari yang bunganya paling rendah.
  3. Biaya pinalti, apa itu? Pinalti ini adalah biaya yang dikenakan kepada debitur jika seandainya mereka membayar hutang tersebut sebelum jangka waktu yang sudah ditentukan, atau istilahnya pembayaran hutang yang dipercepat. Untuk nilainya sendiri tergantung kebijakan dari masing-masing bank, namun umumnya lebih dari 6 persen dari total sisa hutang tersebut.
  4. Biaya denda keterlambatan pembayaran, tak hanya pembayaran dipercepat saja yang nantinya akan dikenai dengan denda. Melainkan faktanya telat dalam membayar pinjaman tersebut juga membuat Anda nantinya akan dikenai dengan denda. Bahkan dengan nilai lebih dari 4 persen.
  5. Biaya tahunan, mengambil tenor yang panjang sampai dengan bertahun-tahun, agaknya Anda juga sudah harus siap dengan adanya biaya tahunan yang dikenakan. Jika pada awal mengambil pinjaman maka debitur akan dikenai dengan biaya provisi, maka di tahun-tahun selanjutnya akan tetap dikenai dengan biaya tahunan dengan nilai yang berbeda-beda.
  6. Biaya asuransi, demi keamanan bersama, maka debitur juga diwajibkan untuk mengambil asuransi, sehingga jika sewaktu-waktu nantinya debitur tersebut meninggal dunia juga tetap ada yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah keuangan ini.

Sehingga Anda sudah harus siap dengan konsekuensi biaya-biaya tambahan tersebut saat ingin mengajukan KTA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *