Objek Wisata Gunung Gede Pangrango Cianjur

By | December 24, 2018

Taman Nasional Gunung Pangrango ini adalah salah satu taman nasional yang berada di Provinsi Jawa Barat. Yang di tetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu taman tertua di indonesia. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang indah di Jawa Barat. Dengan luas 24.270,80 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekeliling nya.

Gunung Gede Pangrango Cianjur

Berbagai jenis tumbuhan yang berada dengan spesies unik bisa ditemukan di dalam kawan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Mulai dari  “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp). Berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Selain tumbuhan, Taman Nasional yang diresmikan pada tahun 1980 ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar seperti kepik raksasa. Sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasi nya hampir mendekati punah.

Sejarah Gunung Gede Pangrango Cianjur

Kawasan Gunung Gede dan Gunung Pangrango sesungguhnya telah dikenal lama dalam dongeng dan legenda tanah Sunda. Pada masa penjajahan Belanda wilayah yang subur ini kemudian tumbuh menjadi area pertanian, terutama perkebunan. Sedini tahun 1728 teh Jepang telah mulai ditanam, dan pada 1835 perkebunan teh ini telah dikembangkan di Ciawi dan Cikopo. Menyusul pada 1878 dikembangkan teh Assam, yang terlebih sukses lagi, sehingga mengubah lansekap dan perekonomian di seputar lereng Gede-Pangrango. Menurut catatan modern, orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Gede adalah Reinwardt. Pendiri dan direktur pertama Kebun Raya Bogor, yang mendaki G. Gede pada April 1819. Ia meneliti dan menulis deskripsi vegetasi di bagian gunung yang lebih tinggi hingga ke puncak.

Baca Juga : Tempat Wisata Di Bandung

Reinwardt sebetulnya juga menyebutkan, bahwa Horsfield telah mendaki gunung ini lebih dahulu daripadanya; akan tetapi catatan perjalanan Horsfield ini tidak dapat ditemukan. Dua tahun kemudian, melalui sehelai surat yang dikirimkan dari Buitenzorg (sekarang Bogor). Pada awal Agustus 1821, Kuhl dan van Hasselt menyebutkan bahwa mereka baru saja menyelesaikan pendakian dan penelitian ke puncak Pangrango. Kedua peneliti muda itu menemukan banyak jejak dan jalur lintasan badak jawa di sana. Bahkan mereka menggunakannya untuk memudahkan menembus hutan menuju puncak G. Pangrango. Delapan belas tahun kemudian Junghuhn mendaki ke puncak Pangrango pada bulan Maret 1839, dan juga ke puncak Gede. Dan wilayah sekitarnya pada bulan-bulan berikutnya, untuk mempelajari topografi, geologi, meteorologi, serta botani tetumbuhan di daerah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *