Cara Membuat Pola Baju Dress Wanita

By | January 6, 2022

abyad apparel pro – cara membuat pola baju dress wanita Bagi anda yang ingin belajar buat menjahit baju sendiri dan nir punyawaktu buat mengikuti kursus menjahit, maka berikut iniadalah langkah-langkah buat menggambar pola dasar sandang perempuansistemsederhana yg dapat anda gunakan. Untuk para pemula dalam bidang jahitmenjahit sistem menciptakan pola dasar sederhana ini akan memudahkan andadalam memeriksa langkah demi langkah pembuatannya.

Cara Membuat Pola Baju Dress Wanita
Gambar dibawah ini menggunakan ukuran badan gw, ad interim apabila ukuranbadan anda lebih besaratau lebih minimenurut ini maka anda tinggalmenyesuaikan sinkron berukuran badan anda.
UKURAN: Lingkar Leher = 36 centimeterLingkar Badan = 88 centimeterLingkar pinggang = 60 centimeterPanjang Muka = 30 cmLebar Muka = 31 cmTinggi Dada = 14 centimeterPanjang Sisi = 17 cmPanjang Bahu = 12 cmLebar Punggung = 33 cmPanjang Punggung = 36 centimeterJarak Dada = 17 centimeter
A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 centimeter
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + tiga centimeter
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 centimeter
KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG:
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,lima cm
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C1 – K =Panjang sisi
TIPS BAGI YANG MALAS MEMBUAT POLA :
Dan apabila menggunakan sistem sederhana anda masih jua males buat membuatpola dasar baju sendiri, maka berikut trik yang sanggup gunakan :Carilah baju anda yang sudah nir terpakai lagi akan tetapi masih pasdibadan, mungkin baju ini nir anda gunakan lagi karena terkena noda atauwarnanya yang telah pudar Ambil silet dan bukalah jahitannya, akan tetapi jangan semuanya melainkanhanya separuh saja, ya separuh bagian muka & separuh bagian belakang,satu lengan & kerah. Sedangkan separuh bagian yg lain biarkan masihterjahit misalnya aslinya, gunanya adalah buat surat keterangan kita dalam saatkita menjahit pakian yang baru. apabila kita mengalami kebingunganbagian-bagian mana yang wajibkita jahit serta bagaimana cara menjahitsakunya atau lengannya, tinggal kita lihat deh.Seterika rabat potongan kain yang sudah terlepas jahitannya tadi hingga bagian bekas jahitan rata & rapi.  Tempelkan rabat kain yg telah diseterika rapi diatas kertas korandan gambarlah koran tadi mengikuti pinggir rabat kain dengan spidol.Nah Jadi deh pola baju yg sudah siap untuk kita gunakan.
POLA DASAR LENGAN
1). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan)
dua). Tinggi zenit lengan = 12 cm
Menggambar pola lengan dimulai dai titik A yang merupakan zenit lengan.
A- C = berukuran tinggi zenit lengan, buat garis sampai ke titik D & E,sesudah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannyabertemu menggunakan garis dari tititk C.
Buat garis putus-putus (garis bantu) menurut A ke D dan dari A ke E.
Garis bantu menurut A ke D dan A ke E dibagi 3. 1/3 menurut A ke D
diberi titik A1 & berdasarkan A ke E dinamakan titik A2.
D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2.
Hubungkan A dengan A4 dengan D1, D3 & D misalnya gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).
Hubungkan A dengan A3 & E seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).
Hubungkan E menggunakan E2 (sisi lengan bagian belakang), & D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka)
Keterangan pola rok muka
Menggambar pola rok dimulai dari titik A.A – B = panjang rok.A – C = tinggi panggul.A- A1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm ( tiga cm untuk besarlipit kup, 1cm untuk membedakan berukuran pola muka degan pola belakang).A1 – A2 = 1,lima cm.Hubungkan A menggunakan A1 misalnya gambar (garis pinggang).A – D = 1/10 lingkar pinggang.D – D1 = tiga centimeter.Pada garis tengah antara D dan D1 dibentuk garis lurus hingga batas garis C menggunakan C1(garis panggul).D – D1 = 12 centimeter.C – C1 = ¼ lingkar panggul ditambah 1 centimeter.B – B1 = C – C1.B1 – B2 = tiga centimeter.B2 – B3 = 1,5 cm.Hubungkan A1 dengan C1 membangun garis pinggul dan berdasarkan C1 ke B3. Hubungkan B dengan B3 seperti gambar (garis bawah rok).
Keterangan pola rok belakangMenggambar pola rok bagianbelakang sama menggunakan cara meggambar pola rok bagian muka. Bedanya hanyaterletak pada ukuran lingkar pinggang & lingkar panggul. Ukuranlingkar pinggang dan berukuran lingkar panggul pola bagian muka lebih besar2 cm berdasarkan dalam pola bagian belakang.Namun bentuk garis sisi, garispinggang dan garis bawah rok sama menggunakan pola rok bagian muka. Untuk itumaka pola rok bagian belakang dibentuk berdasarkan pola rok bagian muka. Untukmembedakannya relatif menggunakan memindahkan garis tengah muka sebanyak 2 cmdengan cara mengukur berdasarkan A ke E sama dengan dari B ke F yaitu 2 cm,hubungkan titik E menggunakan F dengan garis lurus (garis tengah belakang).
Jika ingin memiliki pola bagianmuka & pola bagian belakang pada kertas yg berbeda, usahakan salahsatu berdasarkan pola rok dipindahkan. Sebaiknya pola yang dipindahkan ituadalah pola bagian belakang, dengan demikian pada pola rok bagian mukajuga masih ada pola bagian belakang. Didalam memindahkan pola perludiperhatikan garis tengah belakang pola mesti dalam posisi lurus, garispinggang & garis sisi rok bentuknya mesti sama menggunakan yg orisinil.
CARA MENGAMBIL UKURAN :Lingkar Pinggang, diukur pas sekeliling pinggangLingkar pesak, diukur menurut batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka.Tinggi duduk, diukur berdasarkan pinggang hingga batas panggul terbesar  pada bagian belakang (dalam posisi duduk)Lingkar Panggul, diukur melingkar pada pinggul yang paling lebar  secara horizontal ditambah 4 cm.Panjang celana, diukur dari pinggang sampai batas mata kaki  (sesuai dengan contoh)Lingkar ujung kaki, Diukur sekeliling ujung kaki celana sinkron menggunakan berukuran yang  diinginkanLingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
KETERANGAN  POLA CELANA BAGIAN MUKA
A – C = 1 /3 lingkar pesak dibagi 3 ditambah 4 cm.
C – D = C – E – ¼ lingkar pinggang ditambah 4 centimeter.
E – D1 = 4 centimeter tarik garis lurus hingga garis pinggang namakan titik H.
H – G = lingkar pinggang dibagi 4 ditambah 2 cm.
F – F1 = F – F2 = ½ lingkar lutut.
B – B1 = B – B2 = ½ lingkar kaki celana.
Hubungkan I menggunakan j misalnya gambar saku  sisi celana.
Hubungkan H dengan E misalnya gambar ( pesak celana bagian muka).
Hubungkan E dengan F2 terus ke titik B2, seperti gambar (garis sisi celana).
Hubungkan G dengan D membangun garis panggul, terus ke titik B1 melalui titik F1 misalnya gambar (sisi celana).
KETERANGAN POLA CELANA BAGIAN BELAKANG
Pola celana bagian belakang digambar dari pola celana bagian muka, buat itu pindahkan pola celana bagian muka dengan cara menjiblak sekaligus memindahkan indikasi-tanda pola seperti titik
Hubungkan titik E1 menggunakan F3 terus ketitik B3 misalnya gambar (garis sisi celana bagian belakang).
G1 – H1 = 1 /4 lingkar pinggang dibagi  ditambah 4 centimeter.
Hubungkan H1 dengan E1 seperti gambar (pesak celana bagian belakang).
J – J1 ditambah J – J2 = ½ ukuran lingkar panggul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *