Pola Atasan Wanita Simple

By | January 6, 2022

https://www.abyadscreenprinting.com/ – pola atasan wanita simple Dalam sejarah pembuatan sandang hingga saat ini dikenal poly sekali jenis pola dasar yang diciptakan sang para pemikir pada bidang pembuatan pakaian.

Pola Atasan Wanita Simple

Dari berbagai macam pola yang terdapat, masing-masing sistem pembuatan pola dasar tersebut umumnya pula dibuat menggunakan cara-cara yang tidak sama lho.
Pola dasar baju dapat didefinisikan sebagai prototipe bagian-bagian pakaian yang mempunyai kiprah cukup penting pada dunia jahit menjahit. Supaya kostum yang didapat nantinya lebih sesuai menggunakan bentuk tubuh si pemakai, sebuah pola hendaknya harus digambar dengan sahih dari berukuran badan.
Sumber : https://www.clothierdesignsource.com/
Tanpa adanya pola sebuah pakaian sebenarnya sanggup saja dibentuk. Tetapi buat mendapatkan hasil yang aporisma dan sinkron desain yg diperlukan alangkah lebih baik jika sebuah sandang di pola dasar terlebih dahulu agar lebih nyaman saat dipakai, lebih menarik buat ditinjau & bernilai tinggi.
Sumber : https://www.slideshare.net/
Berdasarkan desain & fungsinya terdapat beberapa macam pola yang bisa dipakai pada menciptakan pakaian. Pola yang dimaksud yaitu berupa pola konstruksi datar, pola baku, pola draping, pola pada atas kain, pola kombinasi dan pola jadi yang mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Sumber : https://charlottekan.com/
Dari aneka macam macam pola yg terdapat, pembuatan pola pakaian dengan teknik konstruksi yg disertai dengan ukuran-ukuran model & petunjuk pembuatan pola lebih memungkinkan seorang buat membangun sebuah busanasinkron menggunakan model yang diinginkan tanpa memerlukan penyesuaian pola.
Untuk menciptakan pola baju yang berkualitas setidaknya dikenal beberapa macam metode atau sistem pembuatan pola dasar baju yg diciptakan oleh para pakar di bidang pembuatan kostum. Sistem ini kebanyakan diberi nama sesuai pencipta pola, forum, negara atau benua dimana pola tersebut dibentuk.
Pola So-En menjadi galat satu jenis pola konstruksi datar yg dari berdasarkan Bunka Fashion College, sebuah sekolah menjahit baju barat buat anak maupun perempuanyang didirikan sang Isaburo Namiki dalam tahun 1919 pada negara Jepang dan berspesialisasi dalam pedagogi desain mode.
Perkembangan Bunka Fashion Collage yang begitu pesat lalu mendorong lahirnya majalah So-En yang mempublikasikan ciptaan pola pakaian para alumni sekolah desain tadi sejak tahun1936 sampai tahun 2005 & terus berlanjut sebagai majalah industri pakaian sampai saat ini.
Ciri paling spesialmenurut pola pola So-En yg membedakannya dengan jenis pola yang lain yaitu pola So-En umumnya mempunyai kupnat dalam pinggang muka dan pinggang belakang, tetapi ukuran kupnatnya relatif lebar sebagai akibatnya lebih banyak memberi keuntungan buat perempuanbertubuh akbar.
Beberapa bagian tubuh yang perlu diukur pada proses pembuatan pola baju menggunakan sistem So-En diantaranya:Lingkar badan yg diukur pas dalam badan tanpa tambahan berukuran untuk kelonggaran.Lingkar pinggang yang diukur pas dalam bagian pinggang tanpa kelonggaran.Panjang punggung yg diukur dari bagian  tengah garis leher belakang sampai ke garis pinggang.Lingkar kerung lengan yang diukur dari kerung lengan pada pola badan.Lingkar panggul yg diukur pas dalam bagian tebal panggul.Tinggi panggul yang diukur menurut pinggang ke garis lingkar panggul.
2. Pola Dasar J.H. Mayneke (Belgia)
Pola mayneke adalah salahsatu jenis pola dasar konstruksi datar yang memiliki lebih dari satu kupnat yaitu kupnat bahu depan & belakang serta pinggang, sebagai akibatnya sangat sinkron untuk membuat pakaian pas badan. Pola Mayneke ini ditemukan oleh J.H.C. Mayneke (Belgia).
Dalam proses produksi pakaian pola Mayneke ini umumnya lebih poly dipakai buat busanapas badan seperti lingeri, kebaya dan gaun, lantaran cara pengambilan ukurannya cenderung lebih detail & melibatkan berukuran control atau ukuran uji buat mengecek hasil pola dengan ukuran orisinil.
Ukuran uji (UU) atau berukuran control sendiri umumnya diukur dari garis pinggang tengah muka (sempurna dibawah ban pinggang) serong melalui puncakdada ke titik bahu yg paling rendah menuju ke garis pinggang bagian tengah belakang (sempurna dibawah ban pinggang).
tiga. Pola Dasar Dressmaking (Jepang)
Metode Dressmaking adalah metode membuat pola baju yg berasal berdasarkan Jepang (Dressmaker Jogakuin). Pola dressmaking ini sebagai galat satu jenis pola dasar konstruksi datar yg memiliki lebih berdasarkan satu kupnat dimana lipit kupnya berada pada bagian sisi dan pinggang.
Dengan bentuknya yg sedemikian unik yakni memiliki lipit di bagian sisi, pola dressmaking ini sangat sinkron dikenakan buat orang yg mempunyai bentuk kurus maupun tubuh sedang karena lipit kupnya bisa ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan pembuatnya.
Konstruksi pola dressmaking biasanya sangat baik buat membuat blouse dalam semua berukuran, contoh baju sack yg longgar serta contoh baju yg bersisi lurus. Tapi sayangnya metode ini kurang sesuai untuk orang yang berpayudara besarlantaran ruang buat payudara kurang.
Beberapa bagian tubuh yg perlu diukur dalam proses pembuatan pola baju menggunakan sistem dressmaking antara lain:Lingkar leher yang diukur sekeliling leher paling bawah.Lebar muka yang diukur 6-7 cm menurut leher terendah, kemudian ukur lagi dari bagian lengan kiri ke lengan kanan.Lingkar badan yg diukur pada bagian bada. yang paling menonjol atau yang paling besarditambah sedikit kelonggaran.Tinggi dan lebar dada yg diukur dari pertengahan leher depan sampai ke pertengahan menurut ke 2 puncakdada lalu ukur Iebar dada.Lingkar pinggang yang diukur menurut bagian terkecil dari pinggang secara horizontal dengan sedikit lebih ketat.Lingkar panggul yg diukur berdasarkan bagian yang paling  tebal dalam  panggul & agak dilonggarkan.Tinggi panggul yang diukur berdasarkan garis pinggang bagian sisi dan lurus hingga ke garis panggul.Lebar punggung yang diukur dari titik antara badan dan  pertengahan lengan, mulai dari kiri lurus ke kanan.Panjang punggung yg diukur dari punggung atau dari ruas tulang belakang yang menonjol pada pangkal leher bagian bawah hingga dengan garis pinggang.Bahu yang diukur dari titik terendah  bagian  leher lurus ke titk batas garis lengan menggunakan bahu.Panjang lengan yang diukur dari ujung  bahu ke ujung lengan dengan posisi lengan sedikit dibengkokkan.Lingkar lengan atas yg diukur pada bagian paling berotot (tebal) dalam lengan atas.Lingkar ujung lengan yang diukur sekeliling ujung lenganPanjang rok yg diukur berdasarkan garis pinggang belakang sesuai menggunakan panjang  rok yang diingignkan.Ukuran control muka yang diukur berdasarkan garis tengah muka dalam bagian pinggang melalui dada terus ke titik bahu terendah.Ukuran control belakang diukur menurut garis tengah  belakang pada  bagian pinggang terus ke titik bahu terendah.
4. Pola Dasar Danckaerts (Belanda)
Metode danckaerts merupakan metode menggambar pola yang dari menurut Belanda. Pola danckaerts secara generik mempunyai kupnat dalam pinggang bagian muka & jua pinggang bagian belakang. Dilihat dari karakteristik yang dimilikinya pola ini sangat sinkron jika diaplikasikan dalam busanabuat wanita bertubuh gemuk.
5. Pola Dasar Charmant (Belanda)
Pola charmant merupakan jenis pola yg mempunyai kupnat pada pinggang muka dan pinggang belakang.
6. Pola Dasar Cuppens Geurs (Jerman)
Metode cuppens geurs adalah metode menggambar & menciptakan pola baju yg dari berdasarkan Belanda. Pembuatan pakaiaan menggunakan pola cuppen geurs termasuk termasuk sistem pola dasar yang rumit apabila dibandingkan dengan pola lain yg dalam biasanya mempunyai satu kupnat depan & belakang contohnya pola So-en.
Jika ditinjau menurut jumlah kupnat yaitu pada bagian pinggang & sisi maka pola Cuppens Geurs lebih cocok digunakan pada sandang yang press body dan hasilnya lebih nyaman dikenakan lantaran sesuai menggunakan bentuk tubuh perempuanyang mempunyai banyak lekukan-lekukan.
Pola sistem bunka sebenarnya didapat menurut output penyempurnaan sistem mayneke dan So-En yg dilakukan sang University of wuman Tokyo pada Jepang. Salah satu perguruan tinggi pada Jepang yang secara terus menerus berkarya buat menerbitkan kitab-kitabkhusus mengenai pakaian.
Pada pembuatan pola dasar baju menggunakan sistem bunka bagian tubuh yang perlu diukur antara lain terdiri menurut lingkar badan, lingkar pinggang & panjang punggung.Dari ukuran tadi dapat diperoleh lebar pola dasar, batas ketiak, lebar muka, batas kerung leher dan lebar punggung.Setelah ke 5 berukuran tadi diperoleh dalam akhirnya akan ditemukan ukuran panjang bahu, panjang muka, panjang sisi, lingkar kerung leher dan lingkar kerung lengan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *